
Perkembangan teknologi digital yang semakin canggih memang membantu setiap pekerjaan manusia dan terbukanya skil-skil baru yang tercipta karena adanya perkembangan teknologi digital. Namun perkembangan teknologi digital yang semakin canggih juga diiringi dengan banyaknya modus kejahatan yang juga semakin beragam dan membuat para penjahat digital ini ikut mengimbangi kecanggihan teknologi saat ini.
Cyber attack atau serangan siber adalah serangan yang dilakukan oleh seorang atau sekelompok pelaku kejahatan siber dengan menggunakan satu atau lebih komputer melalui jaringan digital terhadap satu atau beberapa komputer orang lain maupun sebuah perusahaan. Cyber Attack ini menjadi perhatian yang sangat serius karena bisa menyerang seorang individu, organisasi perusahaan maupun pemerintahan.
Setelah kemarin mempelajari jenis-jenis cyber attack, ada beberapa cyber attack terparah sejarah yang pernah dilakukan sebuah organisasi untuk menyerang organisasi lainnya.
Cacing Morris (1988)
Peristiwa Cyber Attack yang terjadi pada tahun 1988 ini disebut sebagai Cacing Morris atau Morris Worm, yaitu serangan siber massal pertama yang tercatat sejarah. Peristiwa cyber attack ini ditulis oleh Robert Tappan Morris yaitu seorang akademisi pascasarjana saat itu. Morris Worm ini menginfeksi komputer dengan sangat cepat di seluruh jaringan digital dan menginfeksi sekitar 6.000 komputer.
Anak Mafia (2000)
MafiaBoy, seorang peretas Kanada yang berusia 15 tahun pada tahun 2000 melancarkan serangan DDoS terhadap situs website populer seperti Amazon, CNN, eBay, dan Yahoo! Yang mengakibatkan kerugian sekitar 1,7 Miliar USD. Serangan ini juga menunjukkan betapa mudahnya bagi para peretas pemula untuk mengganggu signifikan pada jaringan internet internasional.
Jonathan James dan Departemen Pertahanan AS (1999)
Seorang peretas komputer pada usia 15 tahun yaitu Jonathan James menyusup ke komputer Departemen Pertahanan AS dan mencuri berbagai data sensitif termasuk perangkat lunak NASA senilai 1,7 Juta USD. Peretasan dan pencurian ini mengakibatkan kerugian sebesar 41.000 USD dan menunjukkan bahwa jaringan pemerintah yang paling aman pun dapat diretas.
Google China (2009)
Server Google juga diretas pada tahun 2009 untuk mengakses surel pada aktivitas HAM China. Peretasan tersebut diyakini dilakukan oleh pemerintah China dan membuat Google harus memindahkan servernya ke Hongkong pada tahun 2010.
Virus Melissa (2009)
Virus Melissa ini mengakibatkan kerugian sebesar 1,1 Miliar USD di seluruh dunia. Virus Melissa ini peristiwa kebocoran data seperti ketika Albert Gonzales meretas jutaan nomor kredit pada tahun 2009 yang merupakan bagian dari salah satu penipuan kartu kredit terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah.
Stuxnet (2010)
Cacing Stuxnet adalah senjata siber canggih yang menyerang fasilitas pengayaan nuklir Iran. Cacing ini membongkar hampir 1.000 sentrifus nuklir, memperlambat ambisi nuklir Iran. cacing ini diyakini secara luas sebagai upaya gabungan Amerika dan Israel, dan merupakan serangan siber pertama yang menyebabkan kerusakan fisik.
Peretasan Kripto Korea Utara (2025)
Pencurian siber Korea Utara meretas bursa mata uang kripto dan mencuri mata uang digital senilai 1,5 miliar USD dalam serangan siber terbesar yang pernah tercatat pada tahun 2025. Peretasan ini menggambarkan semakin pentingnya menjaga aset digital seiring maraknya serangan dari kejahatan siber yang didanai besar-besaran dan sangat canggih.
Maraknya cyber attack yang pernah terjadi di seluruh dunia bahkan menyerang sistem keamanan pemerintah memang membuat kita semua menjadi lebih waspada terhadap kejahatan digital apapun. Namun semua itu bisa dihindari dengan selalu meningkatkan kewaspadaan dan keamanan dari internet rumah yang kita pakai. Semuanya bisa dimulai dengan menggunakan koneksi aman dari Netciti.